Chat orang tua ada di HP masing-masing
Nomor calon siswa tersebar di WhatsApp pribadi guru, buku tamu, dan formulir kertas. Saat staf berganti, datanya ikut hilang.
CRM SPMB mencatat setiap orang tua yang bertanya, mengingatkan tim kapan harus menghubungi lewat WhatsApp, dan menampilkan angka SPMB untuk kepala sekolah. Dibuat oleh tim Marketing for Schools dari pengalaman mendampingi sekolah.
Ilustrasi dengan data fiktif.
Banyak sekolah kehilangan calon siswa bukan karena kalah bersaing, tapi karena orang tua yang sudah bertanya tidak ditindaklanjuti dengan rapi.
Nomor calon siswa tersebar di WhatsApp pribadi guru, buku tamu, dan formulir kertas. Saat staf berganti, datanya ikut hilang.
Pesan yang dibalas besok sore sering sudah terlambat. Follow-up kedua dan ketiga lebih sering terlupa.
Berapa yang bertanya, berapa yang sudah kunjungan, kanal mana yang paling efektif? Jawabannya baru ada saat rapat, kalau ada.
Dirancang untuk tim SPMB sekolah yang sibuk: tombol besar, langkah sedikit, dan nyaman dipakai di HP.
Semua calon siswa tercatat di satu daftar, lengkap dengan sumbernya.
Setiap pagi tim tahu siapa yang harus dihubungi hari ini.
Pilih template, pesan terisi otomatis, kirim dari WhatsApp Anda sendiri.
Angka yang selama ini dicari saat rapat, tersedia kapan saja.
Laporan berkala pemanfaatan aplikasi, ditinjau konsultan sebelum terbit.
Paket berlangganan untuk sekolah yang ingin membalas lebih cepat.
Tujuh tahap yang sama untuk seluruh tim, dari pertama bertanya sampai daftar ulang. Tidak ada lagi "kayaknya sudah dihubungi".
Angka ilustrasi, bukan data sekolah sungguhan.
Status baru bisa dinaikkan setelah ada catatan atau klik WhatsApp, jadi angkanya jujur.
Setiap catatan, pesan, dan perubahan status tersimpan. Staf baru langsung paham konteksnya.
Lead yang berhenti wajib diberi alasan, jadi sekolah tahu kenapa calon siswa mundur.
Lead baru dan follow-up yang jatuh tempo hari ini sudah tersusun. Angka merah menandai yang belum dibaca.
Pilih template pesan, tekan Buka WhatsApp, lalu kirim dari nomor Anda.
Tulis catatan singkat dan ubah status, misalnya ke "Menimbang" atau "Kunjungan terjadwal".
Jadwal follow-up berikutnya dibuat otomatis. Anda tinggal mengikuti daftar tugas besok.
Setiap orang hanya melihat yang ia perlukan. Hak akses diatur oleh admin sekolah.
Fokus menghubungi orang tua tanpa harus mengingat-ingat siapa yang belum dibalas.
Mengatur alat kerja tim dan menjaga data tetap rapi serta aman.
Melihat gambaran besar SPMB tanpa harus menunggu laporan rapat.
Kepala sekolah dan yayasan bisa memantau jumlah lead, kecepatan respons tim, dan progres kuota kapan saja, dari HP.
Semua angka di ilustrasi ini fiktif.
Nomor WhatsApp dan data anak tidak boleh sembarangan dipakai. Aturan perlindungan data dibangun ke dalam aplikasi, bukan sekadar imbauan.
Formulir wajib dicentang orang tua sendiri. Tanpa persetujuan, tombol WhatsApp terkunci.
Setiap sekolah hanya bisa melihat datanya sendiri. Pemisahan ini dijaga langsung di database.
Kepala sekolah melihat angka, bukan nama. Marketing tidak bisa mengunduh data.
Setiap perubahan penting dan setiap unduhan data tercatat: siapa, kapan, dan apa.
Ekspor data, hapus permanen, atau tandai "jangan dihubungi" atas permintaan orang tua.
Data lead yang lama tidak aktif dianonimkan otomatis. Angka statistiknya tetap terhitung.
Contoh di layar: "Sudah 3 follow-up dalam 14 hari." Alasan penguncian selalu tertulis, jadi staf tahu kenapa dan orang tua tidak merasa diteror.
CRM SPMB bisa dibuka di peramban laptop, atau dipasang ke layar utama HP seperti aplikasi biasa.
Aplikasi tetap butuh internet. Demi keamanan, data lead tidak disimpan di HP.
Tidak. Aplikasi menyiapkan pesan dari template, lalu staf mengirimnya sendiri dari WhatsApp. Pengiriman otomatis hanya ada di paket bot WhatsApp, dan itu pun hanya membalas pesan masuk dari orang tua, bukan promosi massal.
Data lama bisa diimpor dari file CSV. Unduh templatnya, isi, lalu unggah. Baris yang salah ditunjukkan sebelum impor dan bisa diunduh untuk diperbaiki.
Hanya pengguna yang diundang ke sekolah Anda, sesuai perannya. Kepala sekolah hanya melihat angka. Sekolah lain tidak bisa melihat data Anda.
Tidak perlu. CRM SPMB adalah web app: cukup dibuka di peramban, atau dipasang ke layar utama HP lewat menu peramban.
Ya. Tim Marketing for Schools menyiapkan akun sekolah, formulir, dan template pesan awal, lalu mendampingi tim SPMB di minggu-minggu pertama.
Biaya disesuaikan dengan jumlah unit sekolah dan paket yang dipilih, termasuk bila sekolah menambah asisten AI atau chatbot. Hubungi kami untuk demo dan penawaran.
Isi formulir, lalu kirim lewat WhatsApp. Tim kami akan menjadwalkan demo 30 menit tanpa biaya, memakai contoh data sekolah seperti milik Anda.